Friday, November 18, 2016

The Begining of Life

1-07-2016
Pernikahan awalnya menjadi suatu hal yang menakutkan bagi saya, apalagi melihat kondisi pribadi dan pengelolaan keuangan saya. Namun dengan didorong keinginan pasangan, saya memberanikan diri melaksanakannya demi mengkomplitkan alur kehidupan saya. Pilihan saya jatuh pada wanita yang berasal dari Blitar, belum kenal lama, mungkin sekitar 10 bulanan. Namun dia membuktikan dirinya bahwa dialah yang terpantas buat saya untuk mendampingi saya di sisa waktu hidup saya.
Wanita yang sangat memotivasi saya untuk merapikan pola hidup dan alur pikiran saya sehari-hari. Saya bangga memilikinya dan akan selalu bangga atas segala yang telah saya putuskan dan rencanakan di depan.
Semoga kelak kebahagiaan selalu terwujud dan keluarga selalu bangga dengan kami.
All we need is Love and Hopes...

Sunday, July 26, 2015

Cermin Selalu Menampilkan "Kepalsuan Yang Asli"

Mungkin hanya di media ini saya bisa menumpahkan segala uneg2 yang saya rasakan belakangan ini. Seorang pria yang sudah beberapa kali gagal dalam menjaga hubungan dengan lain jenis. Di sini tidak dibatasi karakter, tidak dibatasi pemirsa, tidak perlu follow memfollow, sangat mudah dibaca, dicerca, dikomentari, dan diapain aja.

- Hari ini, sesuatu yang belum pernah dimulai sudah diakhiri. Sesuatu yang belum resmi jadi sudah resmi dibubarkan.

- Mengapa selalu ada pihak yang memurahkan harga dirinya hanya demi kebebasan yang padahal bisa dia peroleh ketika sudah mantap serius dengan pasangannya?

- Padahal jarang loh pria yang mau bertanggung jawab atas semua perbuatannya kepada wanita, entah itu kenakalan2 remaja lah, entah kesenangan yang melewati koridor kewajaran berpacaran. Kebanyakan pria kalau 'dikasih ituan' dan malah ditinggal pergi si wanita itu malah senang dan dibiarin gitu aja. Lha ini ada pria yg mau menanggung semua kenakalan yg pernah terjadi sebelumnya, tapi malah si wanitanya yang melupakan 'pemberiannya' lalu tetap kekeuh milih sendiri, bodoh bukan?!

- Apa mungkin gadis asal kota "sana" kebanyakan seperti itu? Membiarkan kehormatannya secara percuma, demi ego semata. Namun mungkin tidak semuanya seperti itu.

- Semoga selalu ada kesadaran dari wanita tentang keputusan yang sudah mereka buat, semoga mereka sadar dan segera memperbaiki pilihannya.

"MAHALKAN DIRI KALIAN WAHAI WANITA DUNIA SANA..."

"JANGAN KALIAN MURAHKAN HARGA KALIAN... CITRA KOTA KALIAN BISA SAJA TERCORENG"

- Ini hanya uneg2 seorang pria labil yang mungkin tidak patut dipampang di media semulia ini. Tapi semoga ada sedikit pencerahan dari susuanan kata dalam tiap kalimat tidak jelas di atas bagi kalian.
- Semoga ke depan makin berkurang jumlah wanita bodoh yang menyia2kan pertanggungjawaban pria yang sudah 'gituan' secara sukarela dengan mereka.

- Kesan tetaplah ada, tetap menjadi bagian yang tak terpisah dari perasaan mendamba seorang pria. Perasaan ingin serius ke depan bersama2. Namun pupus gara2 masalah egoisme dan karakter keduanya (pria & wanita).

Bersambung...

Wednesday, July 8, 2015

Meluap Menghunus Meradang

Setelah sahur, pemandangan pagi buta yang membutakan, melihat serangkaian peristiwa kecil di layar 5 inchi benda elektronik masa kini. Berbagai macam foto profil teman2 sosial media termasuk dia yang berusaha saya spesialkan di sekalinya sisa hidup ini.

Berawal dari rasa ingin menyadarkan, ingin diperhatikan, dan ingin diistimewakan, sebuah komentar saya lemparkan karena dorongan rasa penasaran dan curiga cemburu brutal. Tak terencanakan, dibalas dengan sautan pedas dari sana, "lebay", "berlebihan" dan apalah akhirnya tertuju pada saya.

Manusia memang diciptakan untuk pandai berperan, pandai memerankan tokoh yang sebenarnya sudah terseting di dalam diri mereka masing2. Ketika peran mereka mulai mereka perankan dengan menjiwai, maka mereka akan benar2 total menjalani hidup. Seperti saya misalkan, mungkin peran saya sampai dengan saat ini adalah sebagai "sang peluap rasa". Ketika saya merasakan suatu rasa maka secara otimatis otak saya akan melancarkan agresi untuk segera mengatur luapan2 apa saja yang akan saya keluarkan.

Beberapa waktu yang lalu saya secara otomatis meluapkan rasa cemburu, namun beberapa waktu kemudian saya menyadari bahwa luapan tersebut malah membuat dia jengkel dan tidak nyaman. Sungguh pola tersadar yang selalu telat. Cemburu tanda sayang, namun yang kita cemburuin kadang malah ngerasa tidak nyaman dengan kita, mereka merasa terusik dan risih dengan kecemburuan kita.

Ini bukti bahwa cemburu pada level meluap itu sangat buruk. Namun cemburu juga ada baiknya, jika dengan takaran yang pas.

Sesal tinggal sesal, yang sana sudah terlanjur sebal, sudah terlanjur kesal, jengkel dan "iuuuhhh" pastinya. Semoga menjadi pelajaran buat kita semua bahwa segala sesuatu memang harus dipikirkan dulu dan ditakar dulu, supaya selalu ada kata "pas" dalam setiap hal dan keadaan.

"When Jealous Gone Wrong... You just need to apologize and promise will not do that again"

Tuesday, June 23, 2015

Hidup 25 Tahun Ini Seperti...?

23 Juni 2015 genap 25 tahun umur saya, seperempat abad hidup di dunia yang masih berhias jutaan tanda tanya. Senang rasanya masih diberi kesempatan bernafas dan melewati detik demi detik bersama dengan keluarga dan orang terdekat...

Beberapa orang terdekat ada yang ingat dan mengucapkan selamat ulang tahun, ada yang tak ingat namun gara2 dia membuka facebook akhirnya tau dan langsung mengucapkan. Segelintir orang yang peduli, bukan ucapan yang menjadi inti dari moment tahunan ini, melainkan bagaimana menjadikan moment hari lahir ini sebagai pengingat bahwa memang waktu benar2 berjalan dan semakin cepat berlalu.

Sekarang tinggal bagaimana kitanya, semaksimal apa kita menikmati waktu yang ada, seberapa pandai kita dalam memanfaatkan waktu? Biarkan para ilmuwan2 di luar sana berlomba2 membuat rancangan mesin waktu atau teknologi apalah yang diharapkan bisa membuat seseorang bisa memainkan waktu/zaman.

Waktu itu ada sebelum ada kata dahulu, sekarang, dan nanti. Sebelum kata "sebelum dan sesudah" tercipta. Entah lebih dulu mana waktu dan kehidupan tercita.

Hargai waktu seolah2 kita mati besok...

Wednesday, March 18, 2015

Kalau memang hape kamu smart, pakai aplikasi smart ini

Banyak orang cerdik yang menggunakan aplikasi ini. http://iforsameda.sharethisstory.net/id-542484-2002?utm_source=&utm_medium=&utm_campaign=

Thursday, March 5, 2015

Manusia Membantoe Manusia (MMM)

MLM sialan, ini kerjaan yg pas buat para bos. Bukan para pengangguran! Coba pikir, kalau kalian ikut MLM pas waktu bikin KTP, kolom pekerjaan akan diisi "Ikut MLM" lucu bukan?

Mau diisi wiraswasta ya ngga jelas usahanya, ditulis pegawai swasta ya ngga jluntrung bentuk/badan usahanya, ditulis mahasiswa/pelajar ya udah ketuaan.

Kerjaan aneh!

Saturday, January 31, 2015

Warung Kopi Mbah Buyut

Ngops malam ini... (@ Warung Mbah Buyut in Malang, East Java w/ @al_nasa) https://www.swarmapp.com/iforsameda/checkin/54cce70b498ef7a8d8083740?s=wN299o0frM4s4pHHzGVpVFbLK6g&ref=tw

Thursday, January 29, 2015

Liburan Penuh Harap

Pagi yg sempurna itu adalah pagi yg diawali dengan rasa syukur. Bisa melakukan ibadah atau ritual apapun sesuai kata hati dan bukan karena paksaan oleh hal apapun. Akan lebih sempurna jika bangun bersama pasangan dan melakukan ibadah bersama, have fun bersama di pagi buta. Mengawali hari dengan pasangan dan orang tua tercinta, impian kebanyakan orang pastinya.

Pagi ini 28 Desember 2014 saya bangun pukul 5.20 WIB di rumah orang tua saya. Liburan panjang Natal ini saya habiskan bersama orang tua dan sahabat2 di rumah. Waktu yg langka memang, disela2 sibuknya bekerja di luar kota yakni di Kepanjen, Malang. Sempat saya membayangkan jika ketika pulang ke rumah, saya mendapati isteri saya menyambut dengan mesra dan canda. Mungkin suatu saat nanti akan terwujud saat2 itu, entah dia berasal dari mana, entah siapa dia, yg jelas dia haruslah benar2 memiliki teknologi tercanggih di dalam dirinya untuk selalu menyayangi dan menerima saya serta keluarga saya apa adanya.

Monday, April 21, 2014

Wahai Kartini, Lihatlah Generasi Penerusmu

Selamat hari Kartini, 21 April 2014. Semoga seluruh Ibu dan calon Ibu di Indonesia merayakan dan mengambil inspirasi dari sosok Kartini dahulu.

Pada kenyataannya perempuan2 masa kini banyak yg sudah melenceng dari Kartini, sikap2nya sudah kelewat batas. Kenakalan2 perempuan yg hampir melebihi kenakalan kaum pria pada umumnya. Kemolekan tubuh yg diumbar2, busana yg semakin terbuka, gaya dan tingkah lakunya yg semakin jauh dari kata lembut. Ini bukti bahwa wanita semakin menyalahgunakan arti emansipasi.

Menuntut kesamaan hak, tanpa peduli kewajiban mereka sebagai pengurus keperluan rumah tangga dan anak2. Mereka condong ke soialita, berkumpul dengan sebaya2nya dan lupa akan urusan keluarga di rumah. Asik dengan organisasinya, dengan gemerlap perhiasan yg mereka pakai, dan jabatan mereka yg terkadang lebih tinggi dari kaum pria di bidangnya.

Semoga ke depan, kaum Kartini2 masa kini dapat menjadi wanita2 yg tetap memegang hakikat dasarnya sebagai pengurus keluarga, sebagai sosok yg lembut peringainya, menyejukkan dunia dari panasnya ambisi2 penguasa, menjadi makhluk yg menenangkan hati dan melumerkan suasana kacau lingkungan.

"Ohh Kartini semoga engkau tak sedih melihat generasi penerusmu saat ini..."

Saturday, April 19, 2014

Usaha dan Gagal, Diam dan Berhasil

Terkadang banyak orang salah mengartikan kata berhasil dan gagal. Dalam implementasinya, kegagalan kadang menjadi tolak ukur apakah seseorang sudah benar2 berusaha, namun keberhasilan malah sulit menjadi tolak ukur utama apakah seseorang benar2 memulai usaha dari nol.

Berusaha dan gagal, yang diam tapi malah berhasil, pernah gagal berarti memang seseorang sebelumnya melakukan usaha keras, ujung dari suatu usaha kadang tak selalu keberhasilan. Namun kegagalanlah yg pertama menjadi tolak ukurnya, dan pelengkapnya adalah keberhasilan. Tujuan usaha memang bukan untuk gagal, tapi untuk berhasil. Ketika usaha yg dilakukan menemui titik gagal maka bersenanglah dan nikmati kegagalan itu sebagai momen koreksi, nah momen itulah yg menjadi inti daripada usaha. Melanjutkan usaha dengan bekal koreksi akan membuat seseorang mampu meminimalisir kegagalan.

"Failed is the other name of premature success" (Ade Masrofi-2014)

Friday, March 28, 2014

Kekuatan Basmallah dalam Memotivasi Diri

Seorang muslim selalu dianjurkan memulai sesuatu hal dengan ucapan "Bismillahirrohmanirrohim..." dalam ucapan maupun dalam hati mereka. Misalnya, dalam bacaan surat2 Al Qur'an memang basmallah diwajibkan, untuk mengawali setiap awal dari surat2 tersebut, namun untuk hal2 lain hukumnya sunnah atau terserah individu.

Menurut saya pribadi, bacaan basmallah bisa memberi dorongan / motivasi terhadap diri sendiri untuk mengawali melakukan suatu hal. Contoh kecilnya saat akan berangkat beraktivitas, akan mengawali presentasi pekerjaan, memasuki tempat kerja, menghadapi ujian skripsi, akan mengendarai kendaraan, dan lain sebagainya. Memang simpel sih, namun imbasnya langsung pada diri kita sendiri, kita akan lebih berhati2, lebih mengontrol diri, lebih berpikir tentang mengantisipasi hal2 buruk atau kendala yang mungkin terjadi.

Bagi muslim yang taat yang tahu makna bacaan basmallah, membaca basmallah seperti meminta ijin pada Alloh untuk menyambut berkah rahmat dan segala anugerah yang diberikan-Nya, supaya segala yang akan dilakukannya berakhir seperti yang diharapkan dan lalu akan mengakhirinya dengan bacaan syukur alhamdulillah. Basmallah membuat kepercayaan diri seorang muslim dapat meningkat, dan semangatnya akan terpompa untuk menyelesaikan sesuatunya dengan baik dan maksimal.

"Start your activity with motivating yourself...and then do it with pride"

Sunday, March 23, 2014

Demokrasi, Sebuah Jalan atau Penghalang

Minggu pagi, daripada bengong ngga kencan, lagian ngga punya pasangan mending nyurahin pemikiran di sini. Hehe... Kalian pasti lagi banyak yang sebel sama hal2 yang berbau kampanye, jalan jadi macet, di sana sini lihat baliho2 caleg yang nyepetin mata. Ngobral janji2 dan kenyataannya kita cuman dikacangin pas mereka menjabat.

Katanya demokrasi itu solusi, lepas dari kediktatoran. Eh... malah kayak gini. Serba amburadul, semua orang berlomba2 jadi pemimpin, jadi penyampai aspirasi, dan kebanyakan hanya modus saja supaya mereka terpandang dan mendapat gelimang uang dari gaji jabatannya.

Lagu lama, bukti sudah jelas kalau yang menjabat itu kebanyakan lupa sama kita yang milih dia, lupa sama yang mereka bujuk2 untuk supaya memilihnya.

Demokrasi bukan lagi sebuah solusi atau jalan keluar, tapi sudah bisa dikatakan demokrasi sebagai penghalang, penghalang kenerdekaan yang sesungguhnya untuk terwujud. Dengan bebas menyalonkan dan dipilih, malah membuat orang semakin tamak akan jabatan dan ujungnya orang yang berpotensi malah tidak dilirik, yang dilirik malah yang kaya dan pintar dalam melakukan pencitraan di publik. Demokrasi jadi ajang adu gengsi para calon2 pejabat yang jahat akhirnya mereka jadi penjahat di negeri sendiri.

"Choose everyone you trust, or everyone you choose will hate you".

Thursday, February 27, 2014

Relatifitas (Karena Beberapa Hal Itu Relatif)

Benar dan Salah itu relatif, cakep dan jelek itu relatif, mewah dan sederhana itu relatif, dan masih banyak kerelatifan2 lain di sekitar kita. Terutama mengenai sudut pandang orang tentang suatu hal, sangat relatif. Otak yg diberikan Tuhan juga berbeda2 untuk setiap orang. Maka semakin kuatlah tingkat kerelatifan seseorang....

Kita adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa bergantung kepada orang lain (saling bergantung tepatnya). Jadi kita mau tidak mau harus punya sifat toleran supaya orang lain sekitar kita merasa nyaman kita hargai. Dan pada akhirnya kehidupan bersosial semakin tercapai, nyata, dan indah. Toleransi dengan hal2 yang sifatnya relatif itu baik. Daripada hanya bersikap apatis dan menghindari kerelatifan itu.

"If you strongest than God, you just can lead the world with a half of humans there, a half another keep their faith to against your power, so don't be greed!"

Friday, February 21, 2014

Kata-kata Mutiara Hanyalah Setetes Bensin Untuk Motormu

Hari Jumat hari yg pas buat semangat menjumpai Sabtu besok. Hari Jumat tak usah belaga tobat dengan sholat Jumat dan mengharap cakep setelahnya. Jumat ini bukan Jumat kemarin ataupun besok, Jumat ini adalah Jumat yang berbeda, semenjak kalian lahir, selalu ada hari Jumat yg berbeda dengan Jumat lainnya. Maknailah hari Jumat kalian dengan segala kenaturalan dan tanpa memaksakan diri melakukan hal apapun yg sebenarnya tak ingin kalian lakukan.

Senangnya menjumpai hari Jumat lagi setelah hari Jumat kemarin terlewati. Silahkan percayai kata2 pemotivasi dari mulut siapapun, dari lingkungan apapun. Sesungguhnya kata2 mutiara itu hanyalah setetes bensin yg hanya mampu membantu motormu bergerak beberapa cm/meter kedepan atau ke arah yg kalian inginkan. Maka jangan mengandalkan kata2 mutiara untuk mencoba maju kedepan jauh, andalkan niat dari dalam diri kalian. Yakinilah potensi kalian dan mulailah jalani apapun yg sesuai dengan keinginan kalian.

"Before you say something to another, may you should to do one thing first".

Sunday, February 16, 2014

G.O.D (Greatness Of Devising)

Beriman, berprinsip, berpegang teguh, berjalan lurus, berserah, bertawakal, dan ber2 yg lainnya,  merupakan bentuk dimana seorang manusia mencoba untuk memperlakukan dirinya di hadapan sosok Yang Maha Satu yakni Tuhan (dengan berbagai sebutan). Setiap manusia memang memiliki kepercayaan atau gaya masing2 dalam menjalankan kegiatan rohaninya. Namun sebenarnya inti dari kesemuanya itu adalah sama, adalah satu yakni mengagungkan sosok Tuhan yg Maha Spesial di hati dan pikiran mereka. Ada juga sebagian orang yg memilih mengosongkan posisi Maha Spesial atau Tuhan di hati dan pikiran mereka, karena mereka sadar dan berpikir bahwa selalu ada posisi atau tempat untuk ilmu pengetahuan di antara segala yg ada di depan mereka, di dunia yg mereka yakini terbentuk tidak dengan sendirinya namun dengan hukum sebab akibat. Mereka menyebut diri mereka dengan Atheist, Agnostic, dan berbagai sebutan lainnya yg maknanya hampir sama yakni meragukan/tidak percaya adanya sosok Maha Satu alias Tuhan.

Setiap manusia memang memiliki hak dan kewajiban untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Hak2 yg secara otomatis terbentuk dari perkembangan pemikiran dan daya pikir otak mereka masing2. Berhak berTuhan maupun berhak untuk tak berTuhan. Semua ada di tangan masing2 orang tersebut, namun seperti yg disebut di awal tadi bahwa mereka mungkin juga harus menerima hukum sebab-akibat dengan percaya/tidak percaya terhadap Tuhan.

Ada yg percaya Tuhan dengan cara mereka sendiri, dan menjalankan segala perintah Tuhannya lewat aturan2 agamanya dengan setengah2/suka2 mereka (tanpa mengotori/merubah pokok2nya), mereka menganggap bahwa beribadah merupakan kebutuhan dan bukan keharusan atau paksaan dari agamanya. Jadi, yg mereka lakukan adalah membuat perintah agama itu bukan sebagai keharusan/kewajiban. Ya... Mungkin tidak semua dianggap sepele namun beberapa hal sengaja mereka tinggalkan demi tidak terjadinya ibadah yg setengah2, yg dilakukannya hanya karena ada embel2 "rukun", "wajib", "fardlu", dan sebagainya (bagi muslim), dan pada akhirnya mereka beribadah dengan keikhlasan hati tanpa ada beban kewajiban atau keterpaksaan. Mungkin itu mereka anggap sebagai jalan terbaik dan mungkin juga dengan begitu mereka akan dapat melengkapi kegiatan beribadah mereka supaya sesuai dengan ajaran dan perintah agamanya, secara natural pastinya.

Postingan ini bukan bermaksud mengajak setiap umat beragam untuk melakukan ibadah sesuka hati dan merememehkan ajaran2 atau aturan2 agamanya, postingan ini hanya mengulik sisi lain dari kebiasaan sebagian umat yg beragamanya mungkin bisa dibilang setengah2, namun mereka memiliki alasan mengapa mereka begitu.

Semoga seluruh manusia saling menghargai pemikiran, pola hidup beragama, dan kehidupan dalam keberbedaan kepercayaan di dunia ini. Amin :)

"Trust with one God not means you can enter His heaven easily, you must doing a lot of good things and never blame some religion or person who never believe in God".

Sunday, February 9, 2014

Kritis Tapi Jangan Rasis

Banyak hal di sekitar kita yg selalu bisa dikritisi, dikomentari, diamati dan dibahas. Apalagi jika pemikiran kita terbuka lebar. Terbuka untuk hal2 baru atau sedang hangat diperbincangkan. Namun kembali lagi kepada diri kita masing2, mau menyikapi dan mengkritisi seperti apa. Beberapa orang suka mengkritisi sesuatu hal dengan tegas atau dengan sentilan2/sindiran halus, ada juga yg langsung menjurus rasis kepada individu maupun golongan.
Sama2 kritis tapi beda cara dan kesannya. Selalu ada alasan untuk gaya mengkritisi masing2 pihak. Entah karena permasalahannya terlalu pelik hingga harus keras mengkritiknya, atau hanya masalah biasa namun berbelit2 hingga hanya perlu dikritik dengan sindiran2.

Jaman sekarang sudah maju, setiap orang difasilitasi gadget yg bisa digunakan untuk komunikasi dan menyampaikan apapun yg ada di kapalanya. Apalagi gadget sekarang ini dilengkapi juga dengan koneksi internet serta berbagai sosial media (twitter, facebook, path, instagram, blog, dsb.) Yang membuat kebebasan menyampaikan pendapat semakin subur. Setiap orang meluapkan amarah, kesenangan, maupun simpatinya kepada pihak manapun lewat media2 tersebut. Undang2 yg mengatur kebebasan bermedia sosial juga terus digodog/dimatangkan. Karena ada beberapa kasus yg disinyalir berawal dari media internet.

Kembali lagi kepada cara individu masing menanggapi suatu ungkapan di media sosial di internet. Bagaimana seseorang/pihak tertentu menangkap maksud dan tujuan pihak lain yg mengkritiknya. Jika setiap individu/pihak mampu manangkap sesuatu dari sisi positifnya maka kasus2 yg berawal dari media sosial bisa terhindarkan. Kasus Prita dengan artikelnya mengenai salah satu RS, atau kasus Farhat Abbas yg dituduh menghina dan bertindak rasis terhadap tokoh Tiong-Hoa Anton Medan serta Ahok.

Jika pihak2 ini dapat memanfaatkan media serta menanggapinya secara arif dan bijak maka setiap kasus tidak akan meluap2. Memang butuh pemikiran terbuka dan tidak mudah sensi jika mau masuk dalam dunia sosial media sekarang2 ini. Kritisi sesuatu hal dengan sewajarnya dan ketahui posisi kita sebagai apa.

"Jangan asal kritik jika tidak mau dikritik..."

Thursday, February 6, 2014

Suka Musik Indie atau Mainstream?

Kenapa suka musik indie? Karena musik indie itu menurut saya musik yg lepas dari kategori pasaran atau mainstream yg notabene adalah musik yg iramanya gitu2 aja, ngikutin pasar, tak punya patokan atau jati diri yg jelas, liriknya juga itu2 aja, cenderung jiplak nada yg udah2. Beda dengan musik indie yg selalu punya ciri khas dan melodi2 yg ada dalam setiap lagunya melambangkan band indie tersebut. Berkarakter lah bisa dibilang, ngga sekedar nurutin selera pasar, mereka (band2 indie) memiliki tingkat kreatifitas tinggi dan mandiri dalam hal mempulikasikan karya2nya ke halayak. Kekuatan label memang di bawah musik2 mainstream yg dipayungi label2 major di negaranya, namun kekuatan aliran dan warna musik juga pesan yg disampaikan lebih kental dibanding musik2 pasaran yg ada.

Tapi kembali lagi kepada telinga masing2 orang sih, mana yg lebih cocok didengar dan bisa mewakili dirinya. Musik adalah seni keindahan yg membuat setiap orang larut dalam alunannya. Musik juga alat, alat untuk menyampaikan pesan2 khusus kepada pendengarnya. Musik adalah jati diri, jati diri setiap musisi yg membuat dan memainkannya.

"Music is everything what do you want and need.." (iforsameda:2014)

Kota Patria

"Blitar kuto cilik kang kawentar..." Sepotong lirik dari sebuah lagu campursari Jawa yang menceritakan kelebihan Kota Blitar atau Kota Patria. Kota yg termasuk kecil yg punya banyak tempat bersejarah bagi Indonesia, sebagai kota kelahiran dan makam presiden pertama Indonesia misalnya. Kota ini juga punya beberapa tempat wisata yg patut dikunjungi wisatawan2 asing maupun domestik. Menarik sekali jika pemerintah terus berupaya mengelola potensi2 wisata kota ini maupun kota sekitarnya, misal Tulungagung, Kediri, dan Malang sebagai kota2 yg berbatasan langsung dengan kota Blitar.

Kenapa saya tertarik mengangkat kota Blitar? Yg jelas bukan hanya ketertarikan saya dengan indah sejuknya kota kecil itu saja, melainkan kisah2 menarik saya yg lahir dari kota sebelah timur kota kelahiran saya yakni Tulungagung. Banyak sekali tempat2 di Blitar ini yg berkesan buat saya, berkesan buat mengenang masa2 ceria maupun duka saya semenjak mengenal wanita dan kehidupan berpacaran (*jiaahh pacaran lagi yg diungkit bos!! <<biarin kisah2 gw ini, nape lu sirik ye? *kagak bosh, slow slow). Pacar ketiga atau cinta kedua saya lahir di kota Blitar itu, mungkin banyak orang berasumsi bahwa kota Blitar melahirkan gadis2 cantik dan lemah lembut berlogat medok jawanya. Saya akui kebenaran akan hal itu ketika saya mengenal gadis Blitar yg kebetulan sekampus dengan saya dulu, dialah SNMS. Bertempat tinggal di Desa Sanan Kulon, Blitar bagian barat utara, SNMS sempat mengisi hari2 saya selama ±1,5 tahun dan berakhir pada pertengahan tahun 2012 kemarin. Saat bersamanya saya banyak sekali singgah ke tempat2 sederhana namun menarik di kota Blitar, ada tempat makan mie ayam langganannya yg dia sebut Kempleng (makam Bung Karno lurus, kiri jalan), ada jajanan di bundaran alun2 Blitar,ada Makam Bung Karno, ada pasar hewan (pas saya belikan dia sepasang kelinci), jalanan asri sekitar kantor Telkom (tempat saya nongkrong wifi-an dengannya), dan sebagainya (males ah mau inget2, tar dikira galau lagi. *loh bukannya emang lagi galau nih bosh?!! Haha <<eh kunyuk diem luh...@#$%&).

Selang 1 tahun setelah tidak bersama SNMS, saya tidak merasa muak dengan kota Blitar ini, kota ini masih membuat saya merasa nyaman, apalagi setelah saya mengenal beberapa teman yg juga berasal dari Blitar. Keramahan anak2 Blitar, logat bicaranya, kerendahhatiannnya mereka membuat saya terus ingin memuji dan main2 di kota ini. Blitar memang keren, kecil tertata namun asri sejuk memikat. Wlingi apalagi, hehe ada gadis berinisial ML yg asli situ dan saya kenal beberapa minggu yg lalu. Anaknya konyol, supel, misterius, dan cerewet ceria (kayak penyiar radio haha). Dikenalkan oleh teman kampus, akhirnya kami dekat dan seperti biasa pasang surut komunikasi terjadi. Kondisinya yg juga baru putus dengan pacarnya membuatnya sedikit menjaga image sebagai jomblo terhormat mungkin hehe. Tapi tak apalah, namanya juga memperbanyak sambungan tali silaturohmi ke antar umat (*ceileeehh gaya lu boss, bilang aja lu modusin tuh cewe. <<heh sekali lagi lu ngikut gw lempar nih pake upil dinosaurus!! *iye iye maap bos modus! << arrgghh @#%&*#@). Kalau tidak bisa jadi pacar ya jadi teman aja lah, rejeki udah ada yg ngatur, lagian perbandingan cewe dan cowo di dunia ini udah jelas kok banyak cewe nya. So mati satu tumbruk ibunya, eh tumbuh seribu maksudnya.

Patria oh Patria, kota sejuta kenangan dan keindahan, semoga tetap asri, indah, menarik dan aman dari letusan Kelud yg semakin mengkhawatirkan ini. Amin :)

"Good town good people good attitude" (iforsameda:2014)

Pernah Makek Kawat Gigi (Long Story)

Sekitar pertengahan bulan Oktober 2010 saya kecelakaan di wilayah Kediri dekat R.S Baptis. Saya dari arah Tulungagung menuju Pare ke tempat cewek yang bernama Emi, dia sedang melihat konser Bondan ft. 2Black di lapangan Pare. Sayangnya belum sampai di tempat saya sudah menabrak ibu2 yang menyeberang jalan bersama anak perempuannya. Ibu itu terlihat ragu2 antara mau menyeberang atau tidak, makanya saya juga bingung dan akhirnya tertabraklah oleh saya. Beliau pingsan dan saya bantu mengangkatnya ke depan rumah yang konon itu ternyata rumahnya sendiri yang tepat di pinggir jalan raya. Dengan mulut saya yang berdarah2 entah sobek karena apa saya mencoba menyadarkan ibu itu. Tanpa disadari sebuah bogem mentah mendarat di pipi kanan saya, bogem seorang separuh baya bertopi yang konon beliau suami si ibu yang emosi isterinya tertabrak, tanpa bapak itu sadari kronologis kejadian dan niat baik saya bertanggung jawab dengan membantu mengangkat sang ibu ke tempat aman pinggir jalan. Kejadian itu berujung di UGD RS. Baptis Kediri, saya terluka di betis, siku, dan bagian mulut saya yang sobek serta gigi depan saya yang berantakan. 3 hari 3 malam dirawat di rumah sakit membuat saya sadar betapa nekatnya saya untuk berangkat menghampiri seorang wanita yang sebenarnya tidak mengharapkan saya sama sekali. Memang selama kondisi saya belum pulih dia (emi) selalu ada membantu merawat saya di RS maupun setelah pulang ke rumah, namun setelah saya mulai pulih terlihat sekali perbedaan dan keasliannya yang ternyata sudah ingin jauh dari saya.

Tapi saya bersyukur karena mungkin kejadian itu adalah peringatan super keras dari Alloh SWT supaya saya tidak memaksakan dengan Emi lagi. Gigi saya yang hilang 2 membuat saya berpikir mungkin itu pertanda 2 kali peringatan Tuhan telah saya abaikan.

Semua memang sudah berlalu, gigi kawat sudah terlepas, kini tinggal gigi palsu alias pasangan yang mengisi kekosongan formasi gigi depan saya yang sedikit banyak merubah senyum saya yang dulu khas. Semoga hanya gigi yang palsu dan bukan senyum saya yang palsu.

"Give the best you can do for your love, so you can receive some satisfaction by doing that, just do what you want to do".