Thursday, December 20, 2012

Punya Band Metal

Dari dulu saya suka main musik, sejak SD belajar alat musik drum. Sejak itu saya cinta dengan yang namanya drum, alat musik paling melelahkan dalam sebuah band.

Main drum buat saya suatu keasikan tersendiri, walaupun pas konser pasti dapet posisi paling belakang. Namun suara dari alat musik ini sangat ketara.

Dulu saya manggung pertama kali saat masih SMP waktu itu pas Pensi perpisahan. Masih ingat waktu itu mainin lagunya Peterpan-Mungkin Nanti sama satunya lupa. Setelah itu saya pas SMA sering manggung di acara musik lumayan besar yang namanya (L.A) CoolBreak gitu lah. Tanpa ngajuin band, band kami direkomendasiin sama pemilik studio yang biasa kami latihan. Ya lumayan semasa itu pengalaman manggung lumayan dapet, dan ada fee nya lagi meski kecil namun puas dapet uang dari keringat sendiri.

Setelah lulus SMA band saya bubar dan saya tak pernah lagi ngisi acara band. Saya rindu sekali saat2 itu. Untungnya pas kuliah ada temen yang ngajak ngisi acara Pensi Wisuda sama dies natalisnya salah satu fakultas gitu, bisa manggung lagi deh.

Lama kelamaan teman saya lulus dan saya vacum lagi dari bermusik. Eh ada teman lama SMA dan teman dia yang ngajakin bikin band tapi dengan genre Metal, saya kaget dan ragu pada awalnya, karena basic saya pop dan rock. Saya bilang, ini tantangan baru toh saya memang lagi suka sama genre Metal itu. Saya terima saja ajakan teman saya tersebut dan jalan latihan. Latihan pertama mainin lagu Lamb of God - Redneck sama Laid to Rest, saya dengerin lagu itu berminggu2 sebelum saya pulang dan latihan bersama mereka. Lumayan sukses latihan pertama waktu itu dengan sedikit kesulitan saat nge-drum dengan speed tinggi dan teknik sulit. Makin kesini makin dituntut pakai teknik blasting, wah banget buat saya. Saya otodidak dan hanya bermain insting saja, tapi syukurlah pas mainin lagu Metallica - Sad But True yang di-cover sama Your Demise saya lumayan mengawali blasting dengan nilai bisa dibilang 5,5 dari 10. Saya senang dan semakin semangat dengan tantangan bermusik baru ini. Mungkin juga dari keadaan saya yang serba semrawut dan banyak suntuknya inilah yang membuat saya mengeraskan hati, pikiran dan meluapkannya pada aliran musik cadas ini. Saya merasa mengeluarkan emosi2 saya menjadi seni musik lewat permainan drum saya.

Saya sekedar menceritakan apa yang sedang ada di pikiran saya saat ini. Melalui blog ini saya berharap akan ada hikmah2 yang bisa anda2 dapat. Silahkan komentar jika ada yang mengganjal di hati anda. Keep  blogging ^_^

Jomblo dan Ketidak Nyamanan

Masih tentang jomblo yang kemarin sempet saya bahas di posting sebelumnya. Seorang jomblo yang galau memang sangat sulit untuk menerima kenyataan. Dia selalu membanding-bandingkan keadaan atau kondisi masa lalu dengan saat ini, dia merasa bahwa kebahagiaan yang kemarin itu adalah sesuatu yang hampir mustahil didapatkan pada saat sekarang. Saat kemarin dia masih merasa hidupnya lengkap dengan seperangkat kebahagiaan dan kenyamanan, lalu sekarang hidupnya berbalik. Dia tidak akan munafik kalau dia memang benar-benar butuh pasangan yang akan membuat dirinya lengkap, meskipun harus dengan pasangan dari masa lalunya yang telah melekat dalam hatinya.

Tidak menjadi masalah ketika dia harus rela menjilat kata-katanya sendiri saat memutuskan untuk berpisah dengan pasangannya kemarin. Karena dia yakin kalau kebahagiaan sejati akan diperolehnya bersama pasangannya dulu. Meski telah banyak yang berubah dari diri pasangannya tersebut. Akan menjadi masalah atau tantangan baru ketika dia harus mencari pasangan baru yang secara otomatis membuat dia melakukan proses awal lagi. Pada tahap awal mencari pasangan, seorang jomblo pasti merasa canggung dan ragu, arena dia kurang percaya diri dengan hal itu.

Kecuali dia seorang 'playboy' yang suka gonta ganti pasangan. Jomblo galau cenderung tipe orang yang lemah dan kurang bisa memegang prinsip. Dia lebih suka untuk menghubungi mantannya untuk di'spik' lagi supaya bisa jalan dan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan daripada harus mencari yang baru dengan mulai dari awal.

Kepuasan disini dalam arti 'batin dan birahi', seorang jomblo yang sebelumnya sudah senang dan puas dengan mantannya akan lebih mengharapkan mantannya tersebut kembali ke pelukannya daripada harus cari yang baru mulai dari awal, yang kemungkinan calon pasaangan barunya tersebut tak seperti mantannya yang bisa diajak bermesraan sampai pada titik tertentu yang diharapkan si jomblo tersebut.

Jomblo sangat sulit memang mencari kebahagiaan seperti saat bersama mantannya. Dia susah-susah mencapai titik kepuasan dalam berhubungan dan tiba-tiba harus berpisah dengan mantannya itu. Suatu pukulan yang keras buat si jomblo.

Pesan dari saya buat jomblo seperti itu adalah selalu belajar ikhlas dan bersabar dengan kondisi barunya sekarang ini, percayalah jika ini bukan akhir dari segala kenikmatan sebelumnya. Esok hari mungkin jomblo bisa mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan yang lebih dari kemarin. Selalu 'positive thinking' dalam menghadapi segala hal, dan jadilah seseorang yang tak memaksakan keinginan.

Semoga kalian yang jomblo-jomblo galau bisa cepat mendapatkan apa keinginan kalian.

"Power is yourself, use it or you'll defeat by that"

Wednesday, December 19, 2012

Cintanya Laki-laki Itu di Tanggung Jawabnya

Aku cinta kamu wanita, aku niat sama kamu, aku butuh seluruh yang ada di badan dan diri kamu. Aku tanggung jawab atas masa depan dan kondisimu. Apapun yang terjadi.

Kamu menolak tanggung jawabku atas rusaknya kamu, berarti kamu sama saja menolak cintaku.

Tuesday, December 18, 2012

Galau Itu Apa Sih?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), galau adalah : gelisah pada saat berada di keramaian. Sangat berbeda artian dengan galau yang dipakai oleh anak2 muda jaman sekarang. Mereka mengartikan galau sebagai kondisi dimana bingung menentukan pilihan, atau ada juga versi lain yang mengartikan galau sebagai keadaan dimana mereka gelisah/bingung saat mereka putus dengan pacarnya. Saat mereka menyesali keputusan untuk berpisah dan setiap hari mengenang masa lalu juga mereka artikan sebagai kegalauan.

Galau saat ini merupakan kata yang populer untuk mewakili keadaan perasaan mereka yang serba rumit. Ketika mereka galau, banyak hal2 yang tidak wajar bisa mereka lakukan. Misalnya dengan meluap2kan perasaan mereka di dunia maya atau media sosial (facebook, twitter, dll.). Kegalauan mereka bisa dilambangkan dengan suatu hal yang kebanyakan mendekati arah keputus asaan. Kesedihan yang diluap2kan, kesendirian dan kemurungan, konsentrasi terpecah, dan berkurangnya kandungan zat bahagia yang ada dalam dirinya.

Banyak hal yang bisa memancing munculnya rasa galau ini antara lain:
1. Mantan yang punya pasangan baru.
2. Melihat pasangan lain bermesraan di depan mata.
3. Perbandingan kadar bahagianya masa lalu dan masa sekarang.
4. Melihat benda2 atau tempat yang berhubungan dengan kesenangan masa lalu saar sedang bersama pasangan.
5. Menyesali keputusan untuk berpisah dengan pasangan.
6. Trend sok galau padahal tidak sedang galau.

Beberapa hal di atas sudah cukup menggambarkan arti galau yang sangat berbeda dengan arti sesungguhnya di KBBI. Mungkin memang dibuat melenceng dari arti sebenarnya, dengan alasan "ORANG GALAU ITU BEBAS!".

Keadaan galau sebenarnya condong ke arah kelabilan diri dalam menanggapi suatu kondisi tertentu. Kegalauan bisa juga timbul dari kondisi yang kontras dengan kondisi awalnya, lalu orang tersebut belum terbiasa dan belum ikhlas merelakan kondisi tersebut menimpanya. Harusnya orang galau lebih melatih diri untuk lebih "legowo" untuk menerima suatu kondisi. Dia harus memupuk kesabaran dan kepercayaan bahwa dibalik kondisi tersebut Tuhan telah menyiapkan pelajaran yang sangat berharga dan bisa saja akan menambah kadar kebahagiaan di masa yang akan datang.

"Galau itu boleh-boleh saja asal jangan sampai kegalauan tersebut merubah semangat hidup yang akhirnya bisa mempengaruhi masa depan cerahmu". (Ade : 2012)

Monday, December 17, 2012

Jomblo, Single, dan Diskriminasi

Seorang yang dikatakan jomblo jika dia tidak memiliki pacar. Seorang dibilang single jika dia berprinsip untuk sendiri tanpa pacar. Namun keduanya sering disamakan karena perbedaannya hanya pada prinsip dan kemauan semata. Sebenarnya mereka sama2 tidak punya pacar, jomblo tidak punya pacar dan single belum ingin punya pacar.

Dari segi sebutan memang single lebih keren dan terdengar berprinsip dari pada jomblo. Kebanyakan orang lebih memilih dibilang single daripada jomblo. Tapi sibalik semua itu keduanya sering dijadikan bahan rendahan karena dianggap kurang lengkapnya hidup mereka tanpa seorang pasangan. Namun yang paling jadi sasaran adalah kaum jomblo, karena jomblo itu sebenarnya sudah berusaha ingin mendapatkan pacar tapi masih gagal-gagal terus. Jadi bahan cacian setiap kumpul bersama kawannya membuat jomblo sedikit merasa terdiskriminasi.

Merasa serba kekurangan, kurang lengkap karena tak punya pasangan, selalu dianggap remeh karena tak kunjung mampu punya pasangan. Jomblo selalu merasa dibedakan dan diacuhkan ketika ada acara jalan bareng bersama teman-teman yang semua berpasangan. Ketika diam di tempat kost selalu iri dengan teman lain yang sering didatangi pasangannya, mereka bisa asyik jalan keluar bersama pasangannya. Dan jomblo....??? Ya diem di kost seperti sarung kusut tergolek lemah di kasur kamar kost sambil nyampah di dunia maya mengagung-agungkan kejombloannya (versi keluhan).

Membayangkan bisa punya pasangan adalah sesuatu yang sering dilakukan jomblo ketika melihat orang lain jalan bersama pasangannya. Beda dengan sang single yang kukuh belum ingin punya pasangan, single meyakini bahwa dunianya akan indah jika tanpa pasangan yang dianggapnya malah membuat ribet hari-harinya. Seorang single berkeyakinan bahwa bahagia itu adalah ketika terbebas dari belenggu perpacaran.

Memang jomblo atau single itu sama-sama tidak punya pasangan. Tapi tidak berarti mereka harus diperlakukan beda dengan orang lain yang berpasangan. Manusia oleh Tuhan sudah diciptakan berpasang-pasang, jomblo atau single kelak mereka akan menemukan jodohnya. Ya memang sih tergantung usaha dan kemauan, tapi suatu saat mereka akan di pertemukan dengan seseorang yang akan membuat hidup mereka menjadi jauh lebih bernilai dan berwarna.

"Single adalah prinsip, jomblo adalah nasib/kutukan sementara".