Wednesday, July 8, 2015

Meluap Menghunus Meradang

Setelah sahur, pemandangan pagi buta yang membutakan, melihat serangkaian peristiwa kecil di layar 5 inchi benda elektronik masa kini. Berbagai macam foto profil teman2 sosial media termasuk dia yang berusaha saya spesialkan di sekalinya sisa hidup ini.

Berawal dari rasa ingin menyadarkan, ingin diperhatikan, dan ingin diistimewakan, sebuah komentar saya lemparkan karena dorongan rasa penasaran dan curiga cemburu brutal. Tak terencanakan, dibalas dengan sautan pedas dari sana, "lebay", "berlebihan" dan apalah akhirnya tertuju pada saya.

Manusia memang diciptakan untuk pandai berperan, pandai memerankan tokoh yang sebenarnya sudah terseting di dalam diri mereka masing2. Ketika peran mereka mulai mereka perankan dengan menjiwai, maka mereka akan benar2 total menjalani hidup. Seperti saya misalkan, mungkin peran saya sampai dengan saat ini adalah sebagai "sang peluap rasa". Ketika saya merasakan suatu rasa maka secara otimatis otak saya akan melancarkan agresi untuk segera mengatur luapan2 apa saja yang akan saya keluarkan.

Beberapa waktu yang lalu saya secara otomatis meluapkan rasa cemburu, namun beberapa waktu kemudian saya menyadari bahwa luapan tersebut malah membuat dia jengkel dan tidak nyaman. Sungguh pola tersadar yang selalu telat. Cemburu tanda sayang, namun yang kita cemburuin kadang malah ngerasa tidak nyaman dengan kita, mereka merasa terusik dan risih dengan kecemburuan kita.

Ini bukti bahwa cemburu pada level meluap itu sangat buruk. Namun cemburu juga ada baiknya, jika dengan takaran yang pas.

Sesal tinggal sesal, yang sana sudah terlanjur sebal, sudah terlanjur kesal, jengkel dan "iuuuhhh" pastinya. Semoga menjadi pelajaran buat kita semua bahwa segala sesuatu memang harus dipikirkan dulu dan ditakar dulu, supaya selalu ada kata "pas" dalam setiap hal dan keadaan.

"When Jealous Gone Wrong... You just need to apologize and promise will not do that again"

Tuesday, June 23, 2015

Hidup 25 Tahun Ini Seperti...?

23 Juni 2015 genap 25 tahun umur saya, seperempat abad hidup di dunia yang masih berhias jutaan tanda tanya. Senang rasanya masih diberi kesempatan bernafas dan melewati detik demi detik bersama dengan keluarga dan orang terdekat...

Beberapa orang terdekat ada yang ingat dan mengucapkan selamat ulang tahun, ada yang tak ingat namun gara2 dia membuka facebook akhirnya tau dan langsung mengucapkan. Segelintir orang yang peduli, bukan ucapan yang menjadi inti dari moment tahunan ini, melainkan bagaimana menjadikan moment hari lahir ini sebagai pengingat bahwa memang waktu benar2 berjalan dan semakin cepat berlalu.

Sekarang tinggal bagaimana kitanya, semaksimal apa kita menikmati waktu yang ada, seberapa pandai kita dalam memanfaatkan waktu? Biarkan para ilmuwan2 di luar sana berlomba2 membuat rancangan mesin waktu atau teknologi apalah yang diharapkan bisa membuat seseorang bisa memainkan waktu/zaman.

Waktu itu ada sebelum ada kata dahulu, sekarang, dan nanti. Sebelum kata "sebelum dan sesudah" tercipta. Entah lebih dulu mana waktu dan kehidupan tercita.

Hargai waktu seolah2 kita mati besok...

Wednesday, March 18, 2015

Kalau memang hape kamu smart, pakai aplikasi smart ini

Banyak orang cerdik yang menggunakan aplikasi ini. http://iforsameda.sharethisstory.net/id-542484-2002?utm_source=&utm_medium=&utm_campaign=

Thursday, March 5, 2015

Manusia Membantoe Manusia (MMM)

MLM sialan, ini kerjaan yg pas buat para bos. Bukan para pengangguran! Coba pikir, kalau kalian ikut MLM pas waktu bikin KTP, kolom pekerjaan akan diisi "Ikut MLM" lucu bukan?

Mau diisi wiraswasta ya ngga jelas usahanya, ditulis pegawai swasta ya ngga jluntrung bentuk/badan usahanya, ditulis mahasiswa/pelajar ya udah ketuaan.

Kerjaan aneh!